Sumber : https://kreditgogo.com/artikel/Gaya-Hidup/Sejarah-Perkembangan-iPhone-Apa-Saja-Yang-Berubah.htmlPerkembangan iPhone Hingga Sekarang
Seperti yang sudah disebutkan, sejak Apple meluncurkan tipe 2G hingga yang terbaru yaitu 6 dan 6+. Seluruhnya sudah mengalami pengembangan spesifikasi yang signifikan sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
Nah, mau tahu seperti apa perubahan saja yang terjadi? Berikut adalah ulasannya.
1. iPhone 2G
Produk ini adalah generasi pertama iPhone yang dirilis pada tanggal 29 Juni 2007 (untuk kapasitas memori 4GB dan 8GB) dan 5 Februari 2008 (penyimpanan 16 GB).
Di hari pertama penjualan, 2G dapat dibeli dengan harga USD 499 atau Rp 5,73 juta (asumsi USD 1 = Rp 11.500) untuk model 4GB dan USD 599 atau Rp 6,88 juta untuk model 8GB tetapi dengan syarat harus kontrak dengan perusahaan AT&T selama 2 tahun. Saat ini, mungkin harga perangkat ini tidak akan jauh melebihi angka Rp 1 juta.
Pada minggu pertama penjualannya, tercatat langsung ada sekitar 700 ribu 2G yang dibeli. Sampai sekarang produk ini berhasil terjual sebanyak 6.1 juta unit. Spesifikasi dari smartphone ini antara lain layar 3,5 inci beresolusi 320 x 480 piksel, kamera 2MP, sistem operasi iOS 1.0, dan prosesor ARM 11 clock 412 MHz.
2. iPhone 3G
Setelah sukses ketika menjual 2G, Apple langsung membuat generasi terbaru produknya itu. Hingga pada tanggal 11 Juli 2008, lahirlah generasi kedua yang diberi nama iPhone 3G.
Kali ini,ponsel pintar tersebut mengalami mengalami sedikit perubahan desain, peningkatan sistem operasi menjadi iOS 2.0, dilengkapi oleh toko aplikasi Apple Store, dan dibagi menjadi dua jenis yaitu dengan memori internal 8GB dan 16GB, meski tetap memiliki spesifikasi yang relatif sama seperti 2G.
Seperti yang sudah diprediksi, dalam minggu pertamanya memasuki pasar, penjualan ponsel ini melonjak hingga lebih dari 1 juta unit. Kalau tertarik membeli, sekarang, 3G hanya dijual sekitar Rp 1,5 jutaan.
3. iPhone 3GS
Setelah berhasil memberi sedikit perubahan dengan tambahan beberapa fitur baru pada model 3G. Apple langsung membuat perubahan besar pada generasi ketiga smartphone tersebut yang diberi nama iPhone 3GS.
Di mana, terdapat salah satu fitur baru yang sangat menggemparkan, yaitu penyematan kemampuan untuk merekam video. Selain itu Apple juga memberi peningkatan performa lain dengan memberi sistem operasi iOS 3.0, prosesor Cortex A8 600 MHZ dan kamera 3,2MP. 3GS ini pertama kali dirilis pada tanggal 19 Juni 2009 dengan dua model penyimpanan yaitu 16GB, 32GB dan 24 Juni 2010 untuk model 8GB.
Di minggu pertama penjualannya, tercatat ada lebih dari 1 juta unit 3GS terjual. Sekarang, harga ponsel ini sekitar Rp 2,8 juta untuk baru dan Rp 2,3 juta untuk yang bekas.
4. iPhone 4
Melanjutkan kesuksesan pembuatan tiga generasi sebelumnya, Apple langsung membuat penerus produknya itu yang kemudian diberi nama iPhone 4. Kali ini, lagi-lagi perusahaan ini membuat perubahan besar pada smartphone besutannya itu.
Meski ukuran layar tidak berubah dari 3,5 inci, tapi resolusinya meningkat menjadi 640x960 piksel. Namun, perubahan terbesar terjadi pada kamera dari 3,2MP menjadi 5MP, prosesor ciptaan sendiri A4 1GHz, dan sistem operasi baru iOS 4.0. Ponsel ini dirilis pertama kali pada tanggal 24 Juni 2010 untuk perangkat model GSM berwarna hitam, lalu 10 Februari 2011 untuk model CDMA berwarna hitam, dan 28 April 2011 untuk model GSM & CDMA berwarna putih.
Produk ini terbagi jadi tiga jenis, yaitu 8GB, 16GB dan 32GB. Untuk masalah penjualan, tidak usah ditanya. Hanya berselang 24 jam dari pemberitahuan akan dirilisnya smartphone ini, Apple langsung mendapat 600.000 pemesanan pre-order. Tidak hanya itu penjualan di minggu pertamanya juga mencapai lebih dari 1,2 unit.
Sekarang, harga jual smartphone ini sekitar Rp 3,8 juta untuk yang baru dan Rp 2,7 juta untuk yang seken.
5. iPhone 4S
Lagi-lagi Apple menggemparkan dunia dengan mengumumkan generasi kelima smartphone ini yang bernama iPhone 4S. Masih menggunakan bentuk yang sama dengan model sebelumnya, tetapi ponsel ini sudah memiliki fitur perintah suara pintar bernama Siri.
Selain Siri, 4S jugasudah mengalami peningkatan kemampuan berupa penggunaan prosesor baru A5 1 GHz, kamera beresolysi 8.0 MP dengan kemampuan merekam video 1080 HD, dan sistem operasi iOS 5. Di samping itu, smartphone ini juga memiliki tiga varian memori internal, yaitu 16GB, 32GB, dan 64GB.
Ponsel ini pertama kali dirilis pada tanggal 14 Oktober 2011 silam. Hebatnya, dalam 3 hari setelah memasuki pasar penjualan, 4s sudahberhasil terjual sebanyak 4 juta unit. Jauh melebihi generasi sebelumnya.
Harga jual 4S sekarang masih cukup tinggi, yaitu Rp 6 juta untuk yang baru dan Rp 5,8 juta untuk yang bekas.
6. iPhone 5
Ini adalah produk smartphone pertama yang diluncurkan Apple tanpa campur tangan Steve Jobs yang meninggal beberapa waktu setelah peluncuran 4S. Ketika diluncurkan, perusahaan mengklaim iPhone 5 adalah produk ponsel tercepat, paling tipis dan paling ringan yang pernah mereka buat.
iPhone 5 yang telah ditunggu sejak tahun 2010 sendiri banyak menambahkan segala sesuatu yang diinginkan banyak dalam 4S seperti layar lebih besar menjadi 4 inci, sistem operasi baru iOS 6, retina display, jaringan 4G LTE, free turn-by-turn navigation, prosesor A6 1,3GHz, dan desain body yang ramping.
Semua itu diciptakan agar para penggemar tidak kecewa. Untuk masalah penjualan, di minggu pertama saja produk ini sudah terjual sampai lebih dari 5 juta unit. Hampir sama seperti 4S, iPhone 5 masih dijual dengann harga tinggi, sekitar Rp 8 juta untuk baru dan Rp 5,5 juta untuk yang lama.
7. iPhone 5C dan 5S
Kedua produk ini diluncurkan Apple di tahun 2013. Untuk 5C, banyak orang menganggap ponsel ini tidak berbeda dengan 5. Namun yang membuatnya istimewa adalah karena dia adalah ponsel warna-warni pertama yang dijual oleh perusahaan tersebut.
Berbeda dengan 5C, 5S justru mengalami upgrade yang cukup signifikan, terutama di bagian prosesor. Di mana Apple menjadi produsen pertama yang menyematkan teknologi 64 bit untuk smartphone. Selain itu, perusahaan juga menambah flash kamera menjadi dua, teknologi finger print, dan mengganti sistem operasi menjadi iOS 7 pada kedua produk barunya.
Meski harganya cukup mahal, yaitu Rp 8,7 juta untuk 5C baru dan Rp 6 juta untuk yang lama serta Rp 10 juta untuk 5S baru dan Rp 7,5 juta untuk sekennya. Tetapi, kedua produk ini mampu terjual hingga mencapai 9 juta unit di minggu pertama dipasarkan.
8. iPhone 6 dan 6 Plus
Inilah, generasi smartphone terbaru dari Apple yang baru di luncurkan pada tanggal 9 September lalu. Seperti yang sudah diprediksi banyak orang, perusahaan ini akan membuat ponsel andalannya dalam ukuran lebih besar dari pendahulunya.
Di mana iPhone 6 berukuran 4,7 inci 1334x1750 piksel dan 6 Plus sebesar 5,5 inci 1920x1080 piksel. Keduanya masing-masing memiliki layar kaca Retina HD dengan penutup belakang dari bahan aluminum serta didesain lebih tipis dari pendahulunya.
Untuk masalah ukuran, iPhone 6 memiliki dimensi tebal 6,8 mm sementara 6 Plus 7,1 mm. Kedua produk baru ini juga menjalankan sistem operasi iOS 8 dan mengusung prosesor A8 1,4GHz yang diklaim 25 persen lebih kencang dan tampilan grafis 50 persen lebih baik.
Meski belum dijual di Indonesia, ada kemungkinan produk ini akan dibanderol dengan harga di atas Rp 10 juta. Jadi, siapkan kocek dalam-dalam ya!
Harus Beli Atau Tidak?
Kalau diperhatikan, makin kemari, harga iPhone ternyata semakin mahal. Namun, tingginya uang yang dikeluarkan mungkin cukup sepadan dengan kepuasan performa yang bisa dinikmati ketika menggunakannya. Jelas saja, karena dari mulai 2G sampai 6 serta 6 Plus, perangkat ini sudah mengalami perkembangan dan perubahan pesat.
Namun, ketika ditanya apakah harus memilikinya atau tidak, semua kembali lagi apakah Anda memerlukannya atau tidak dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, percuma memiliki ponsel super canggih nan mahal kalau hanya dipakai untuk online di sosial media, bukan untuk bekerja dan membantu kegiatan kebutuhan sehari-hari yang sifatnya belum tentu bisa ditunjang oleh perangkat pintar biasa.
Welcome To My Blogg !
Selasa, 07 Oktober 2014
Sejarah dan perkembangan iPhone
Sejarah Singkat Prodi Ilmu Pemerintahan
urusan Ilmu Pemerintahan merupakan
salah satu jurusan yang ada dalam lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Muhammadiyah Malang berdiri pada tahun 1986 dengan
Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 0502/O/1516. Semula jurusan ilmu pemerintahan menampung alumni
Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN-Malang) yang ingin memperoleh
gelar sarjana S1. Oleh karena itu jurusan ilmu Pemerintahan semula
diarahkan untuk mengisi jabatan-jabatan yang ada dalam lingkup
pemerintahan. Jurusan Ilmu Pemerintahan membekali mahasiswa dengan
keilmuan dan keterampilan yang komprehensif di bidang kepemerintahan.
Dalam perkembangannya, jurusan ilmu
pemerintahan tidak hanya diarahkan pada penyediaan sarjana-sarjana yang
akan mengisi jabatan pemerintahan saja, melainkan terbuka untuk jabatan
di luar pemerintahan, seperti misalnya di dunia politik (partai
politik), LSM (lembaga Swadaya Masyarakat, swasta (perusahaan) maupun di
dunia jurnalistik (wartawan).
Perkembangan kehidupan politik dan
pemerintahan pasca reformasi yang ditandai dengan semakin meningkatkan
peran partai politik di semua lini, memungkinkan partai politik tumbuh
dan berkembang hampir di seluruh pelosok tanah air bahkan di desa-desa.
Disamping itu penerapan desentralisasi dan otonomi daerah telah
memberikan kesempatan bagi setiap daerah untuk mengatur dan
menyelenggarakan pemerintahannya sendiri sesuai dengan prakarsa dan
aspirasi masyarakat setempat. Oleh karena itu maka setiap daerah akan
semakin banyak membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya
terampil, namun juga memiliki akhlak yang mulia, serta ditunjang dengan
kapasitas dan kualitas keilmuan yang tinggi di bidang politik dan
pemerintahan daerah.
Untuk menjawab kebutuhan daerah akan
ketersediaan sumber daya manusia, yang terampil dan berkualitas dalam
rangka mewujudkan kehidupan politik dan pemerintahan yang demokratis di
daerah, maka jurusan ilmu pemerintahan mengundang putera-putera daerah
untuk bergabung dengan jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.
Dengan menempati kawasan yang luas dan
berada di lokasi strategis di tengah-tengah antara Kota Malang,
Kabupaten Malang, dan Kota Batu, serta ditunjang dengan suasana kota
Malang yang sejuk, memungkinkan terciptanya suasana belajar di Jurusan
Ilmu Pemerintahan tidak hanya kondusif, tetapi juga menyenangkan. Selain
itu, Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UMM memiliki staf pengajar yang
berkualifikasi profesor, doktor dan master, mulai 1968 jurusan ilmu
pemerintahan telah melahirkan sarjana yang professional yang dibutuhkan
baik oleh institusi publik maupun privat. Banyak alumni jurusan ilmu
pemerintahan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran
pemerintahan, baik pemerintahan pusat, propinsi, maupun pemerintah
kabupaten/kota hingga di jajaran pemerintahan desa dan kelurahan.
Universitas Muhammadiyah Malang
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri
pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah
Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang
dari Universitas
Muhammadiyah Jakarta,
yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte
Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963. Pada
waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu
(1) Fakultas Ekonomi,
(2) Fakultas
Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga
fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan
Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966. Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas
Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah
dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di
tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R.
Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini
kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni
1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026
tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No.
88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988. Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah
fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari
Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan
demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat
fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai
Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas
Tarbiyah. Pada tahun 1970
Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi
Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun
1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya
menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada
tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas
Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975
tanggal 16 April 1975. Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas
Teknik, yaitu
pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan.
Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan
ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun
1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana
Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan
.Sampai tahun akademik 1994/1995
ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25
jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu
akademi /strata-D3 Keperawatan.Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini
(1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an.
Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat
mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan
administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan
peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik).
Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas
Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu
Pertanian.
Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri. Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan. Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri. Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan. Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Kota Batu
Kota Batu terletak 800 meter dari permukaan laut dan memiliki suhu yang dingin dan sejuk sekitar 17-25,6 derajat Celcius, dikarenakan dikelilingi oleh pegunungan. Kota Batu merupakan kota dengan sejuta keindahan, dimana potensi utama di dapat dari penghasil buah dan sayuran. Ditambahlah lagi, pesona alam seperti pegunungan dan bukit di sekitar kota ini menjadi potensi pariwisata yang sering dikunjungi.
Langganan:
Postingan (Atom)
